Isi dan Harga Elpiji Harus Dicek

UNTUK menghindari kurangnya isi elpiji 3 kilogram (kg), sekaligus harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pemkot melalui satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, harus melakukan pengecekan lapangan. Sebab akhir-akhir ini banyak keluhan masyarakat yang disampaikan pada dewan, terutama berhubungan dengan isi tabung elpiji tersebut.
Menurut Wartinah
dirinya selaku pengguna gas elpiji 3 kg merasa janggal. Sebab biasanya bisa sampai 5 sampai 6 hari. Tapi sekarang kadang-kadang hanya 3 hari sudah habis. Sehingga dirinya minta isi gas elpiji 3 kg dicek petugas berwenang. "Saya menggunakan gas elpiji 3 kg untuk berjualan. Kalau isinya kurang tentu rugi. Untuk itu, agar tidak ada pengurangan, harus dilakukan pengecekan. Baik di SPBE, agen maupun pangkalan penjualan."
Menurut Ketua Komisi II DPRD, Hendria Priatmana SE, supaya tidak ada pengurangan isi atau menjual gas elpiji diatas HET. Pihaknya berharap SKPD terkait melakukan pengecekan di lapangan. Langkah itu sekaligus mengecek harga elpiji 3 kg di pasaran. "Disamping mengecek SPBE, kami minta Pemkot turun ke agen-agen dan para penjual elpiji 3 kg," paparnya.
Sementara anggota Komisi II, Heri Kuntoro meminta kesiapan dan ketegasan Pemkot, guna mengamankan isi maupun harga elpiji. Sebab akhir-akhir ini banyak keluhan masyarakat. Khususnya terkait isi yang dinilai berkurang. Pemkot harus mampu merespon soal berat elpiji 3 kg yang berkurang. Kalau hal ini dibiarkan, warga yang dirugikan. "Beberapa hari terkahir, kami menerima aduan masyarakat tentang berat elpiji yang kurang dari 3 kg. Hal ini harus cepat ditindaklanjuti Pemkot, supaya warga tidak di korbankan
