Upaya Sukseskan Program Tegal Bisnis

SETELAH sempat terbengkalai, Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB), yang terletak di Jalan Kolonel Sugiono Kota Tegal kembali dihidupkan. Langkah ini ditempuh, guna menyukseskan Program Tegal Binis, yang dicanangkan Wali Kota H Ikmal Jaya SE Ak beberapa waktu lalu. Sekaligus memfungsikan kembali proyek mercusuar Pemkot yang dibangun sekitar 7 tahun lalu.
Bahkan 42 kios di kawasan PPIB, yang semula pemanfaatannya digratiskan. Sesuai catatan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan setempat, ternyata sudah habis disewa untuk usaha. Penggunaan kawasan itu termasuk sejumlah kios yang ada di dalamnya, akan dimulai Mei 2012. Sedangkan untuk menarik perhatian masyarakat, Pemkot menggelar bazar maupun pasar malam selama satu minggu penuh.
Namun, upaya Pemkot dalam hal ini Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan ditanggapi bervariasi oleh anggota dewan. Karena, berulang kali PPIB yang awalnya dijadikan pusat informasi bisnis. Namun selalu gagal, dan ditinggalkan para penghuni kios dan masyarakat, yang sempat datang ke kawasan tersebut.
Menurut Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, Sugeng Suwaryo SSos, agar bangunan PPIB yang proses pembangunannya menghabiskan anggaran miliaran rupiah tak mubazair. Mulai awal Mei, semua kios berjumlah 42 difungsikan untuk usaha bervariatif, yang jelas mendukung Program Tegal Bisnis. "Kebetulan saat ini sudah habis disewa. Operasional kios, sesuai rencana dimulai Mei mendatang. Usaha yang bakal dilakukan para penyewa sesuai data yang kami miliki bervariatif."
Dia menambahkan, kios di PPIB yang selama ini gratis akan disewakan. Sewa untuk setiap bulan Rp200 ribu per kios. Sampai akhir Maret, ternyata 42 kios yang ada habis disewa dan siap difungsikan. Saat ini memang ada beberapa yang dimanfaatkan, tapi keselurahan dimulai Mei. "Guna meramaikan pemanfaatan kios, pada awal bulan itu selama satu minggu kami gelar pameran, bazar atau pasar malam. Kegiatan ini sekaligus bentuk sosialisasi, kalau PPIB dimanfaatkan lagi untuk pusat bisnis," tuturnya.
Secara terpisah, pengelola PurwaPerdana Tour dan Travel Service, Purwa mengungkapkan, sebenarnya dirinya menempati kios PPIB beberapa tahun lalu. Namun dari 42 buah yang ada, hanya sejumlah kios saja yang digunakan. Sisanya tidak dimanmfaatkan sama sekali. Kalau ada rencana Pemkot mau membuka kembali jadi kawasan industri, sesuai rencana awal pihaknya sangat mendukung. Asalkan tidak hanya seremonial, kemudian PPIB akan ditinggal kembali.
"Kalau memang serius, dan membayar administrasi Rp200 ribu/bulan kami tak keberatan. Namun harus disiapkan dengan matang, agar tidak sia-sia. Kalau bisa PPIB dijadikan pusat kegiatan masyarakat. Sehingga secara tidak langsung meramaikan tempat itu. Jangan hanya mengandalkan aktivitas kios, kalau itu saja dapat dipastikan kawasan PPIB mati kembali."
Sementara Ketua Komisi II DPRD, Hendria Priatmana SE menyatakan, menyikapi rencana dimanfaatkan kembali kios-kios di PPIB, guna mendukung Program Tegal Bisnis, pihaknya segera memanggil Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, untuk minta kepastian sekaligus konsep pemanfataannya. "Jika memang benar dan ada perencanaan matang, kami sangat mendukung langkah tersebut. Karena secara tidak langsung meramaikan perekonomian masyarakat kecil," paparnya
