TERBARU

Nikahi Pria Muda, Nunung 'OVJ' Perlu Waspadai Ini


keempat kalinya, Nunung “OVJ” berencana mengakhiri masa jandanya. Kali ini, pria muda yang usianya delapan tahun lebih muda menjadi pilihan hati pemilik nama lengkap Tri Retno Prayudati ini.

Menikah dengan pria yang lebih muda bukan keputusan baru bagi Nunung. Sebelumnya, pria yang menjadi suaminya juga berusia lebih muda darinya. Meski gagal di tengah jalan, Nunung tak lantas kapok dengan keputusan menikahi pria muda. Terbukti, Nunung lagi-lagi memilih pria muda untuk dijadikan suami usai Lebaran nanti. Pria beruntung ini adalah Iyan Sambiran yang tak lain merupakan manajernya sendiri.

Terlepas dari takdir atau jodoh yang digariskan Tuhan untuk Nunung, keputusan dirinya menikahi pria berondong memang bukan tanpa ancaman. Walaupun sebelumnya Nunung memiliki pengalaman tak sedap dan bisa belajar dari hal tersebut, tak berarti kepahitan tersebut menjadi jaminan kebahagiaan dirinya kelak. Sedianya, Nunung tetap perlu mewaspadai ancaman yang ada di balik pernikahan dengan pria berusia di bawahnya tersebut.

Efnie Indrianie, psikolog dari Universitas Kristen Maranatha, Bandung melihat ada beberapa hal utama yang perlu diwaspadai ketika seseorang menikah dengan pria yang usianya jauh lebih muda.

“Paling utama ialah ada jarak perbedaan faktor generasi. Yang satu middle age, di mana mereka lebih stabil secara emosional dan tujuan hidup sudah jelas arahnya, sehingga mereka tidak perlu eksplorasi. Mereka hanya tinggal memelihara apa yang diperoleh dan memanfaatkannya. Sementara usia di bawah itu, masih sedang eksplore, baik dari sisi pasangan hidup, dunia kerja, dan pengalaman. Ini yang bisa jadi pemicu masalah,” tuturnya saat berbincang melalui sambungan telefon, baru-baru ini.

Selain faktor generasi, sisi rentan lainnya yang patut diwaspadai, yakni aspek fisiologis, khususnya Nunung yang menginjak 48 tahun.

“Usia 48 itu secara fisiologis pada wanita perlu diwaspadai karena kemampuan reproduksi tidak terlalu prima seperti usia sebelumnya. Ada target keaktifan hormonal hingga usia 52-53 tahun, di mana setelah itu akan datang menopause. Hal ini akan membuat labilitas emosi yang bisa membuat dia ketika berhadapan dengan pasangannya jadi masalah,” jelasnya.

Namun, Efnie melihat bahwa hal tersebut saat ini tidak terlalu menjadi masalah. “Dia bisa mengonsumsi suplemen atau konsultasi ke ginekolog yang bisa kasih advice nutrisi makanan yang bisa membantu kadar hormonalnya. Kedua, dia bisa memperbanyak relaksasi sehingga bisa menenangkan kondisi psikologisnya,” tutup Efnie.

Recently statement

Recently Added